Ampiang Dadiah Jadi Es Cream

Ampiang Dadiah Jadi Es Cream

Siapa yang tidak mengenal dadiah? Makanan tradisional hasil fermentasi alami susu kerbau seperti yogurt yang rasanya asam dengan aroma spesifik ini hanya ada di Sumatera Barat. Jika selama ini, orang hanya menggunakan dadiah sebagai pencampur ampiang atau dikenal ampiang dadiah tapi saat ini dadiah pun bisa diolah sebagai bahan pencampur cake atau menjadi jus dan sebagai bahan pencapur Es Cream.Kendati dadiah hanya terdapat di Sumbar, namun makanan ini masih belum menjadi trend mark makanan tradisional asal Sumbar secara menyeluruh. Tapi sekarang ditangan tiga orang mahasiswa UBH dadih diversifikasi menjadi makanan lain menjadi Es Cream Dadiah Rasa Buah.Didorong oleh jiwa kewiraushaan, Mellisa Fitri, mahasiswa Sastra Jepang dengan dua orang temannya Irvand dan Elsa Gita Azra, mahasiswa FKIP UBH, menjadikan dadiah sebagai produk baru berupa Es Cream Dadiah Rasa Buah, seperti rasa mangga, melon atau strowberi.

Menurutnya, selama ini umumnya dadiah tersebut, dikonsumsi langsung bersama nasi, dicampur dengan emping, ketan dibubuhi kepala parut dan gula merah serta dijadikan minuman yang segar. “Di kalangan anak muda makanan tradisinal tersebut belum begitu populer”, tegas Mellisa di sela-sela pembuatan es cream dadiah rasa buah di labor biologi kampus III UBH.

Pembuatan es cream dadiah tersebut tidaklah begitu sulit, dengan bahan-bahan berupa dadiah, susu tepuang full cream, gula, telur serta vanile, ditambah tepung maizena, hongkwe serta emulsifier. “Semua bahan-bahan tersebut setelah di blender lalu dibekukan selama lebih kurang 3 jam, maka es cream dadiah rasa buah sudah bisa disajikan”, terang Melli.

Rasanya…ehmmm…tidak terasa dadiahnya. Jadi tidak perlu khawatir, bagi yang selama ini tidak menyukai dadiah, akan ketagihan dengan es cream dadiah rasa buah ini. (Indrawadi Humas Universitas Bung Hatta)

Pedas, Manis dan Gurih jadi Satu

Tidak hanya cemilan pedas, Ranah Minang juga memiliki camilan ringan yang manis namun tetap gurih. Kue sapik salah satu pilihannnya, camilan manis berbahan dasar sipulut hitam ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh buat kerabat, disamping juga cocok dijadikan makanan ringan pendamping minum teh. Sesuai dengan namanya, proses pembuatan kue sapik menggunakan cetakan yang proses pembuatannya dengan cara dijepit.

Adonan yang terbuat dari tepung ketan dicampur dengan gula serta santan dan bahan penyedap lainnya diletakan diatas cetakan, kemudian di jepit dan dipanaskan diatas kompor dengan api sedang. Rsanya tentu saja manis, legit dan gurih sehingga tidak salah camilan ini dijadikan referensi bagi anda untuk dijadikan oleh-oleh. Harganya cukup terjangkau sekitar Rp 10 hingga Rp 15 ribu perkotak, segera dapatkanm di sentra oleh-oleh Crishtine Hakim Padang.

1,904 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Comments are closed