Keberadaan Mesjid Tua Memprihatikan

http://putrahermanto.files.wordpress.com/2010/10/1.jpg

Masjid Tua Kayu Jao di Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini telah berdiri sekitar abad ke-16, yang memiliki arsitektur khas Minangkabau. Masjid tua ini tak hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan semata, tapi juga memiliki peranan penting dalam kehidupan bernagari. Di antaranya sebagai tempat bermusyawarah.

Melihat strukturnya, mesjid ini beratapkan ijuk yang melambangkan desain rumah adat cukup unik. Masjid Tuo Kayu Jao adalah salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid berarsitektur khas Minangkabau, keasliannya masih tetap terjaga, arsitektur pada masjid ini juga sangat mudah untuk dikenali, selain itu juga pada bagian mihrabnya diberi atap gonjong.

Jika melihat kedalam masjid itu, banyak terdapat makna yang ada distrukturnya, seperti tiangnya yang yang berjumlah 27 buah melambangkan enam suku yang masing-masing terdiri dari ampek jinih (empat unsur pemerintahan adat) sehingga jumlahnya 24 bagian, ditambah dengan tiga unsur dari agama yakni khatib, imam dan bilal, sehingga jumlahnya menjadi 27.

Begitu juga dengan 13 jendela yang ada dimesjid ini, juga tergambar mengandung arti,yakni mengisyaratkan rukun shalat 13 macam, menandakan begitu kuatnya syariat agama Islam di daerah tersebut.

”Hampir setiap tahun, tepatnya pada Bulan Suci Ramadhan, kami bersama keluarga selalu berkunjung ke Mesjid ini, selain strukturnya unik, keberadaan mesjid pun indah dipandang serta dikelilingi perbukitan,”ujar Indra (38) salah seorang pengunjung, asal Kota Padang,

Ditambahkan Indra, yang sangat disayangkan, perhatian pemerintah terhadap keberadaan masjid yang bersejarah ini, sangatlah kurang,”karena sudah tiga kali atau tiga tahun yang lalu saya ke sini, tidak adat terlihat suatupun perubahan, disekeliling Mesjid itu,” tambahnya.

Diawal pembangunan masjid tersebut hingga sekarang, pola bangunan yang tidak memakai paku , serta atap dan dindingnya masih tetap dipertahankan. Namun untuk menambah keindahan disekitar masjid itu, tidak satu pun terlihat ada kemajuannya, yang bisa lebih menarik perhatian pengunjung dan bisa saja sebagai tempat wisata religi.

Menyangkut keberadaan masjid bersejarah yang terletak di Kabupaten Solok ini, Syafri Dt.Siri Marajo, Ketua DPRD Kabupaten Solok, meminta pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan masjid yang mempunyai sejarah, apalagi masjid ini termasuh masjid tua di Indonesia.

Hal ini, ditambahkan Syafri Dt.Siri Marajo, selain memiliki sejarah yang menjadi sebuah bukti keberadaan islam di Kabupaten Solok, masjid ini juga dapat dimamfaatkan dan  dijadikan sebagai  tempat wisata religi jika pemerintah sendiri serius untuk membenahinya, tanpa menghilangkan bukti sejarah yang ada di masjid tersebut. (*)

1,152 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments are closed